Minggu, 30 Oktober 2011

Huruf Kana Hiragana

Huruf Hiragana
Bagian halaman dari Menu Nihongo

Huruf Hiragana adalah huruf paling dasar dalam bahasa Jepang. Huruf ini memiliki tiga kegunaan utama, yakni:

(a) membentuk imbuhan dalam kalimat (disebut “okurigana”)
(b) menjelaskan bacaan kanji (disebut “furigana”)
(c) menuliskan partikel dan honorific
Adapun daftar huruf Hiragana, beserta cara membacanya, dapat dilihat sebagai berikut:


  Ketentuan Menulis Hiragana

Dalam menulis hiragana, terdapat tiga aturan utama, yakni:

1. Pertama-tama, susun huruf untuk membentuk kata yang diinginkan (sudah jelas)
2. Konsonan tebal diwakili oleh huruf ‘tsu’ kecil
Contoh:
きり
= (ha)(tsu)(ki)(ri)
= hakkiri
3. Vokal panjang ditulis dengan menambahkan huruf terkait
Contoh:
 おかさん
= (o)(ka)(a)(sa)(n)
= okaa-san

Kapan Memakai Hiragana?


Sebagaimana sudah disebut sebelumnya, terdapat tiga jenis pemakaian huruf hiragana dalam bahasa Jepang. Sekarang kita akan lihat bagaimana huruf-huruf tersebut dipakai.



·                 (a) Sebagai Okurigana

Okurigana bisa dibilang sebagai imbuhan/tambahan yang melekat pada dalam sebuah kata bahasa Jepang. Kata yang ditempeli oleh okurigana adalah pokok perhatian — kata ini biasanya ditulis dengan huruf kanji.
Misalnya contoh berikut:
[JAP]  する
[JAP]  aisuru
[ENG] “to love”
Pada contoh di atas, kanji untuk “ai” ( ; “love”) diikuti oleh hiragana “suru” (する ; “to do”). Di sini “suru” berperan sebagai imbuhan pembentuk kata kerja, sehingga hasil akhirnya adalah “aisuru” = “to love”.
Maka, okurigana-nya adalah する (“suru”).
Contoh yang lain…
[JAP]
[JAP] shiroi
[ENG] “white” (adj.)”, “white-colored”
Di awal mula hanya terdapat kanji (“shiro”), yang berarti “warna putih” (noun). Meskipun demikian, hiragana “i” menjadi imbuhan pembentuk kata sifat — sehingga hasil akhirnya adalah “shiroi” = “berwarna putih”.

Dengan demikian, okurigana bisa dibilang sebagai imbuhan pembentuk kelas kata di bahasa Jepang. Mulai dari kata kerja, kata sifat, hingga tenses, semuanya diindikasikan oleh okurigana yang dipakai.


·         (b) Sebagai Furigana

Furigana adalah petunjuk bagaimana cara membaca suatu kanji. Pada umumnya, sebuah kanji (atau banyak kanji) memiliki lebih dari satu cara pembacaan.

Misalnya kanji berikut:
古谷


Ini adalah nama keluarga. Bisa dibaca sebagai: Furuya, Furutani, atau Kotani
(mengenai kenapa ini bisa terjadi, kapan-kapan akan saya bahas di tulisan tersendiri tentang Kanji)
Lalu, bagaimana dong? Kalau misalnya saya jadi guru, dan harus mengabsen murid, tentunya saya tak bisa ambil resiko salah sebut. (masa “Furuya” jadi “Furutani” ?)
Nah, untuk menyelesaikan masalah ini, dibuatlah sistem penulisan furigana. Nama dengan kanji ditulis dengan ukuran normal — sedangkan hiragana ditulis berukuran kecil sebagai pembantu.

Ternyata kanji tersebut dibaca “Furuya”, bukannya “Furutani” atau “Kotani
Meskipun demikian, terdapat juga penggunaan furigana yang bukan untuk nama. Biasanya teknik ini dipakai di buku pelajaran bahasa Jepang, komik-komik (manga), atau panduan wisata.
Contoh:
Furigana di atas menjelaskan bahwa kalimat tersebut berbunyi: “nihongo ga suki”
(= saya suka bahasa Jepang)



Semua partikel dalam bahasa Jepang ditulis menggunakan hiragana. Di sisi lain, terdapat juga beberapa honorific (sebutan perorangan) yang ditulis menggunakan hiragana, misalnya -kun, -san, -chan, dan -tan.
Meskipun demikian honorific yang lebih formal umumnya ditulis dengan menggunakan kanji — bukan hiragana. Misalnya -dono (殿), -sama (), dan -sensei (先生).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar